Review Artikel : Upaya Edukasi Perilaku Anti Bullying di Era Digital Melalui Dongeng
Kinanthi Maharani (K4419053) Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
A. Latar Belakang
Perilaku Bullying adalah masalah
sosial yang dapat ditemui dari masa ke masa. Perilaku Bullying biasa dilakukan
dengan cara mengejek,mengucilkan,mengancam serta menyerang secara fisik maupun
verbal. Seakan hal tersebut adalah
tindakan yang wajar bagi anak-anak masa kini untuk mengekspresikan ekspresinya. Apalagi seiring berkembangnya teknologi yang semakin canggih, anak-anak zaman sekarang makin leluasa mengekspresikan apa yang mereka rasakan secara terang-terangan.
B. Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan artikel ilmiah ini adalah mencegah tindakan bullying yang dilakukan anak-anak zaman sekarang, menyadarkan masyarakat bahwa perlunya bimbingan orang tua kepada anaknya untuk menghindari tindakan bullying dan menanamkan nilai moral serta budi pekerti yang baik.
C. Pembahasan
KPAI (2018) menyatakan tindakan bullying menempati urutan ke-empat dalam kasus kekerasan anak yang terjadi di Indonesia. Di tahun 2019,
KPAI mencatat bahwa korban kekerasan psikis dan bullying masih tertinggi serta
anak korban kebijakan dan kekerasan fisik berada di posisi kedua. Sementara
kasus terendah adalah korban pengeroyokan dan kekerasan seksual. Data KPAI juga
menunjukkan bahwa mayoritas kasus terjadi di jenjang sekolah dasar (SD). Dari
37 kasus kekerasan di jenjang pendidikan pada Januari hingga April 2019, 25
kasus terjadi di SD, sementara terendah ada di perguruan tinggi sebanyak 1
kasus. Hal ini selaras dengan data yang yang diberikan oleh UNICEF yang
menyatakan bahwa 8 dari 10 anak mengalami bullying. Bullying dapat ditanggulangi dengan cara mendongeng. Menurut Moeslichatoen (2004) mendongeng adalah media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Mendongeng memberikan manfaat bagi anak-anak untuk mendengarkan, memperoleh informasi, pengetahuan, sikap dan nilai kehidupan serta mengembangkan kemampuan potensi kognitif, afektif maupun psikomotor. Disamping itu bimbingan orang tua yang paling utama. Perhatian dan bimbingan orang tua merupakan poin penting dalam perkembangan anak. Perhatian yang diberikan orang tua, anak mampu memahami mana yang benar dilakukan atau tidak. Bimbingan yang diberikan orang tua berupa pengawasan, apabila anak tersebut melakukan kesalahan, hendaknya orang tua memberitahu agar tidak mengulangi perbuatan tersebut dan menjelaskan akibat dari perbuatan anak tersebut.
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/upaya-edukasi-perilaku-anti-bullying-di-era-digital-melalui-dongeng.html
https://uns.ac.id/id/uns-opinion/upaya-edukasi-perilaku-anti-bullying-di-era-digital-melalui-dongeng.html
D. Kesimpulan
Untuk mencegah terjadinya bullying yang makin marak terjadi, sebagai orang tua atau orang dewasa sebaiknya kita memberikan pengarahan kepada anak-anak mana yang benar dilakukan dan mana yang salah. Jika anak berbuat salah, kita harus memberitahu secara baik tanpa membentaknya.